REVISITING BELIEFS LEWAT BUKU “YOU DO YOU”

 

Sumber Gambar: gramedia.com

Penulis: Fellexandro Ruby

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Halaman : 235 Halaman

Genre : Self Improvement

    Penulis sudah mencoba eksplor sembilan profesi selama 13 tahun berkarier. Buku ini adalah sari-sari yang diambil dari pengalaman pahit, manis, serta getirnya membangun hidup hingga saat ini. Di dalamnya tersusun dengan lima bab dengan pondasi awal ajakan bertemu dengan diri sendiri. Salah satu pembahasannya adalah mempertanyakan teori Malcolm Gladwell tentang seseorang yang harus menghabiskan 10.000 jam terbang agar terlatih dan hebat, seperti band legendaris The Beatles dan Bill Gates. Penulis mengajak kita bernalar bahwa seorang yang terampil bukan hanya butuh kuantitas latihan, melainkan juga kualitas yang harus berjalan beriringan dengan perbaikan dan pengawasan terus-menerus. Cerdas mengatur energi bisa jadi salah satu cara mengoptimalkan diri dan membagi tugas  dari yang paling berat hingga yang paling ringan secara bertahap. Di dalam buku ini penulis bahkan mengatur jadwal kegiatan sedemikian rupa pada setiap jam biologis dari pagi hingga malam. Hal ini sangat memudahkan pembaca untuk menyesuaikan diri lebih cepat.

    Bab kedua kita diajak untuk cari bahagia dengan membangun irisan antara what you love dalam hal ini kita sering menyebutnya passion, dilatih sedemikian rupa hingga menjadi what you’re good at atau disebut skill, kemudian ditarik lebih jauh ke what the world needs dan what you can be paid for sehingga bisa menghasilkan uang. 

    Bab tiga membahas soal cara merancang hidup dan trik-trik menghadapi kegagalan. Bab empat upaya membuka jalan dengan berjejaring dengan orang lain secara genuine dan pamrih. Lebih jauh juga membahas money mindset yang sering memicu kesalahpahaman. Ditutup dengan kembali mempertanyakan pada diri sendiri sudut pandang apa yang akan kita anut dan jadi pegangan dalam hidup. Akankah tantangan dalam perjalanan hidup kita anggap sebagai penutup jalan atau malah jadi kesempatan untuk terus bertumbuh? Segala yang kita punya, yakni skill, pengetahuan, dan jaringan harusnya bisa terus dikembangkan asal dikelola dengan baik.

    Buku ini dikemas dengan gaya bahasa santai sehingga membuat pembaca tidak berjarak dengan penulis. Penggunaan istilah bahasa Inggris di dalam sini juga tidak terkesan sok intelek karena mudah dicerna dan dipahami. Dari semua pembahasan penulis juga nggak segan untuk menyebut berkali-kali referensi tokoh, buku, dan film sebagai pemantik untuk menggali lebih jauh topik dalam pembahasan. Tak ada gading yang tak retak, berlaku dalam proses proses produksi. Alangkah lebih baiknya jika pengaturan teks dibuat justify untuk mendukung keterbacaan naskah. Di luar saran tersebut, buku ini lebih practical dari buku-buku self improvement yang beredar di pasaran. Maka, buku ini bisa jadi salah satu cermin diri paling jujur untuk bisa kenal diri sendiri dari hari ke hari. Ditutup dengan quote menarik dari Andrea Dykstra, di buku ini halaman 131, “In order to love who you are, you cannot hate the experiences that shaped you.”

 


Komentar

Postingan Populer